5 Kelebihan Anak Kedua yang Lebih Dibanding Anak Pertama

Anak kedua atau anak tengah biasanya dituduh memendam kemarahan dalam dirinya karena dia tidak difavoritkan seperti anak pertama, dan tidak dimanja seperti adiknya. Hal itu disebut sindrom anak kedua, adalah sifat yang biasanya dituduhkan ada dalam diri anak tengah. Namun ternyata sindrom anak kedua itu hanyalah mitos.

Psikolog Catherine Salmon dari Universitas Redlands di California telah mempelajari sifat-sifat anak kedua selama dua puluh tahun. Anak kedua justru punya banyak sifat dan kelebihan dibanding saudara-saudaranya. Seperti dilansir dari Business Insider, sifat-sifat yang biasa ada di dalam diri anak kedua adalah sebagai berikut.
1. Partner yang hebat
Karena mereka terbiasa bergaul dengan berbagai macam sifat yang lain. Sejak kecil mereka biasa bergaul dengan siapa saja, karena sudah terbiasa bernegosiasi dengan kakak dan adiknya.

2. Kemampuan sosial lebih tinggi

Anak tengah tidak terlalu dekat dengan orangtuanya. Mereka lebih suka minta bantuan pada teman. Akibatnya mereka punya kemampuan sosial lebih baik daripada anak pertama atau terakhir.

3. Lebih berpikiran terbuka dan lebih suka mencoba hal-hal baru

Kombinasi antara keberanian mengambil keputusan dan keterbukaan dalam menerima hal baru, menjadikan anak tengah suka mencoba tantangan baru. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 85 persen anak kedua mau mencoba hal baru dibanding 50 persen pada anak pertama.

Mereka pencari kebenaran seperti Nelson Mandela, dan petualang seperti Charles Darwin.

4. Setia

Meskipun pencinta petualangan, tapi anak tengah tidak suka petualangan dalam cinta. Dilansir dari Psychology Today, anak tengah justru orang-orang yang setia dan punya satu pasangan saja. Sebuah survei menunjukkan bahwa anak tengah adalah yang paling bahagia dalam hubungan percintaan dibandingkan anak pertama atau terakhir.

Akan tetapi, anak tengah akan lebih cocok berpasangan dengan anak pertama atau anak terakhir, karena sesama anak kedua akan sama-sama menghindari konflik.

5. Pandai bernegosiasi

Anak tengah cocok menjadi diplomat, politikus, guru, aktor, pekerja sosial atau pengacara. Ini karena sifat mereka yang mudah bergaul dan fleksibel.

Tapi anak tengah tidak cocok bekerja di bidang yang tidak berkaitan dengan manusia lain, seperti misalnya, jadi programer komputer.

Sumber: http://citizen6.liputan6.com